Cara Mudah Mengatasi Cemas dan Stres Dampak Pandemi Covid-19

Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) yang merebak di Indonesia membuat pemerintah harus berputar otak memikirkan solusi terbaik menghadapi wabah ini. Kebijakan Physical Distancing, Sekolah diliburkan, kantor-kantor merumahkan karyawannya, aktivitas perekonomian menurun, hingga diumumkan kebijakan dari pemerintah tentang pelarangan mudik lebaran 2020.

Meski media telah menyiarkan bahwa angka kesembuhan semakin meningkat, hal ini tidak serta merta menghapus kecemasan, ketakutan, dan kegelisahan masyarakat akibat wabah Covid-19 ini.

Bagi banyak orang, ketidakpastian seputar Covid-19 ini adalah hal yang paling sulit ditangani. Ketidakpastian bagaimana tepatnya jika terdampak virus Covid-19, bagaimana kalau ada yang terpapar virus Covid-19, seberapa buruk gejala yang ditimbulkan akibat virus tersebut, bagaimana jika salah satu dari orang terdekat kita dinyatakan positif Covid-19, apa yang harus dilakukan? Pertanyaan-pertanyaan ini jika tidak terjawab dapat menimbulkan kepanikan yang luar biasa yang kemudian berimbas pada kesehatan fisik juga kesehatan mental anda.

Merasa cemas dan gelisah karena adanya wabah Covid-19 ini merupakan hal yang wajar. Melihat media memberitakan tentang Covid-19 hampir setiap hari di hampir seluruh platform. Masyarakat tidak hanya berjuang menyelamatkan dirinya agar terhindar dari Covid-19 tapi juga harus berjuang menghadapi kecemasan dan stres yang disebabkan wabah ini.

Bagaimana Wabah COVID-19 dapat memicu rasa cemas dan stres?

Menurut Dokter Spesialis Kejiwaan, dr. Andri Sp.JK, FACM melalui unggahan di instagram pribadinya menjelaskan Wabah Covid-19 dapat mempengaruhi kondisi mental seseorang terjadi awal mulanya karena begitu masifnya pemberitaan mengenai Covid-19 dimana-mana bahkan saat kita membuka sosial media, semua membahas tentang corona atau Covid-19, informasi yang berlebihan tersebut disimpan di amigdala atau di memori kita. Kondisi ini untuk sebagian orang memunculkan perilaku waspada seperti tetap waspada, menghindari keramaian, dan rajin cuci tangan. Kemudian perasaan khawatir dan was-was, ditambah rasa cemas tentang ingatan-ingatan buruk tentang gejala Covid-19. Hal ini yang memicu rasa cemas yang berlebih dan stres pada masyarakat.

Tips Mengatasi Cemas dan Stres Akibat Wabah Covid-19

  • Stay Informed

Ini penting untuk tetap mengetahui berita terbaru mengenai wabah Covid-19. Karena pemerintah akan tetap memberi update mungkin tentang kebijakan baru yang harus diikuti seluruh masyarakat. Tapi perlu diingat, batasi sumber dan intensitas waktu anda ketika browsing seputar berita terbaru tentang Covid-19. Pastikan anda mendapatkan berita dari sumber resmi, terpercaya dan telah valid. Kemudian batasi intensitas waktu mengecek berita terupdate, masing-masing memiliki limit harian yang berbeda, anda dapat menentukannya sendiri. Dan lakukan double check ketika anda akan share berita tersebut.

  • Stay Connected

Manusia adalah makhluk sosial. Isolasi dan kesepian dapat memperburuk kecemasan dan depresi, dan bahkan berdampak pada kesehatan fisik dan mental. Itulah mengapa penting untuk tetap terhubung sebaik mungkin dan meraih dukungan ketika anda membutuhkannya, bahkan saat anda mengurangi aktivitas sosial secara langsung.

Ganti aktivitas sosial dan tatap muka secara langsung anda dengan aktivitas sosial secara online atau virtual, contohnya dengan video call. Kontak tatap muka seperti “vitamin” untuk kesehatan mental anda, mengurangi risiko depresi dan membantu mengurangi stres dan kecemasan. Hindari pembahasan seputar Covid-19 saat sedang bersama teman atau keluarga anda. Penting untuk sejenak istirahat dengan menikmati kebersamaan dan berbagi cerita.

  • Stay Healthy

Tetap jaga kesehatan fisik dan mental anda dengan menerapkan strategi manajemen stres, seperti makan makanan sehat, tidur cukup, lakukan meditasi atau olahraga teratur di rumah. Take time untuk lakukan aktivitas yang anda sukai, seperti bermain video game, membaca buku, berkebun di halaman rumah, melukis, dan hal lain yang dapat mengalihkan rasa cemas dan stres yang anda alami.

  • Kenali apa yang anda rasakan

Tanpa anda sadari, mungkin anda mengalami cemas dan stres selama pandemi ini. Salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan mengenal gejala cemas dan stres itu sendiri. Kecemasan adalah respon emosional terhadap ancaman masa depan yang diantisipasi. Ada banyak hal yang mungkin anda rasakan, karena itu ambil catatan dan tuliskan apa yang anda rasakan atau apa yang anda pikirkan. Hal ini memungkinkan untuk mencari sumber cemas itu muncul. Apabila anda merasa tidak mampu melakukannya sendiri, hubungi teman baik anda kemudian ceritakan apa yang anda rasakan atau cari bantuan profesional untuk membantu anda.

Waspada Psikosomatis

Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa wabah Covid-19 dapat memicu rasa cemas dan stres seseorang dikarenakan banyaknya informasi yang diberitakan media mengenai bahaya Covid-19. Tanpa sadar, karena terlalu cemas dan takut terpapar Covid-19 anda menyadari tenggorokan tiba-tiba terasa sakit, badan seperti demam, kemudian anda berpikir untuk memeriksakan diri ke rumah sakit. Dr. Andri menyarankan agar anda dapat memperhatikan dengan seksama gejala yang dirasakan, bila gejala timbul hilang, bisa dipastikan itu hanya gejala psikosomatis.

Psikosomatis berasal dari stres emosional dan bermanifestasi dalam tubuh sebagai rasa sakit fisik dan gejala lainnya. Gejala yang muncul bisa bermacam-macam tergantung pada penyakit yang dipikirkan oleh penderita. Dalam wabah Covid-19 saat ini gangguan psikosomatis yang muncul bisa berupa batuk-batuk, sesak napas, hingga gejala demam.

Demikian artikel ini semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *